Sabtu, 27 Februari 2016

MOVE ON karena Allah

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah Allah masih memberikan saya nikmat iman dan sehat walaupun secara lahir terlihat sehat namun batin seakan rapuh sehingga pada malam ini saya bisa berbagi pengalaman yang nantinya bisa diambil ibrohnya.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW yang telah menuntun umatnya sehingga sampai saat ini saya masih bisa merasakan cucuran kasih sayangnya.
Saat ini ,saya berada dalam titik kejenuhan.Saat ini batin mulai rapuh.Entah ini kesalahan terbesar saya ,menerobos rambu-rambu Allah.Saya rasa salah ketika mereka bilang Mamnuah polos tapi yang benar Mamnuah terlalu bodoh.
Saya bangga mulai dari saya memakai baju putih dongker sampai putih abu-abu Allah telah beri saya banyak kawan ,banyak kakak dan banyak adik.Walaupun diantaranya sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri namun kita tidak lupa akan alur syari’at yang ditetapkan Allah.Saya dapati banyak ilmu dan pengalaman dari mereka.Satu lagi kesukaan saya yaitu anak kecil,saya menyukai anak kecil serta adik-adik kelas selain karena mereka polos (seakan tidak ada beban) mereka juga merupakan penyemangat hari-hari saya.
Disini benih penyakit itu dimulai,saat dimana saya mengenal ikhwan.Ikhwan yang dalam pandangan saya dia adalah orang baik dan tulus dalam segala hal.Entah saya bingung dan belum tau apa-apa waktu itu,saya bingung akankah saya harus bersyukur karena punya kakak ikhwan yang baik atau justru ini musibah ,memang ini bukan pertamakalinya saya punya kakak non muhrim namun ini pertamakalinya ada kakak ikhwan yang bisa nangis karena saya.ini musibah atau anugerah?saya belum tau bagaimana saya harus memperlakukan kakak ikhwan itu disisi lain saya takut menyimpang dari syari’at Allah,saya takut melampaui batas,saya yang belum tau bagaimana cara memberikan perhatian,belum tau apa itu “sayang”,belum tau apa itu “sensitif”,belum tau apa itu “bersikap dingin” dan lain sebagainya.Disini saya mulai belajar banyak ,saat dimana saya tidak ingin ada apa-apa dengan kakak ikhwan dan ini pertamakalinya saya menanyakan keadaan seseorang”bagaimana keadaan mas?,mas tidak apa-apa kan ya?,hati-hati ya mas!(dll) “ sebelumnya belum ada orang lain yang  menyatakan “sayang” walau memang 1 kata itu merupakan bentuk kasih sayang dari kakak kepada adik ,hal itu malah membuat ketakutan saya bertambah,namun entah seiring dengan berjalannya waktu ,seiring dengan bertambahnya rasa kepercayaan saya terhadapnya ,saat itu saya mulai sering memakai 1 kata itu supaya si kakak ikhwan juga mempercayai saya.
Saya tidak tahu,bagaimana pola pikir laki-laki.Apakah memang semua lelaki itu hobi  membuat janji dan hobi mengingkarinya.Yang saya dengar dari ustadz saya dulu yaitu”laki-laki itu dari 1000 perkataannya hanya 1 kata yang benar”,entah kenapa saya malah menghiraukan apa yang saya dengar dahulu dari ustadz ,mungkin karena saya sudah terlanjur menjudge bahwa si kakak ikhwan tersebut benar-benar orang baik dan tulus sehingga saya sudah menaruh kepercayaan lebih kepadanya.Saya meyakini apa yang dikatakan dan dijanjikannya adalah benar.Ketika si kakak ikhwan berjanji”mas tidak akan melupakan adek(jika kuliah di *** nanti)”namun kenyataanya waktu itu saya sudah hampir dilupakan,namun saya percaya “dia khilaf”(saya memaafkannya),dia bilang”mas tidak akan berubah sama adek”namun kenyataannya dia berubah,ini yang bagi saya menyakitkan ,saat-saat dimana si kakak ikhwan ini memperlakukan saya seperti musuhnya,bukan karena dia menjauhi saya tapi karena perlakuannya yang berlebihan,saat saya menghubunginya puluhan kali hanya karena ingin meminta maaf(jika ada kesalahan) tidak satupun panggilan saya dijawab,si kakak ganti nomor supaya saya tidak dapat lagi menghubinginya ,ketika saya menguhubunginya dengan nomor baru ,ketika tahu itu adalah suara saya ,sama sekali apa yang saya katakan tidak tanggapi.Saat itu saya benar-benar bingung dimana letak kesalahan saya sampai dia harus bersikap seperti itu,saat itu saya benar-benar trauma ,saat itu saya mulai berkomitmen untuk tidak lagi berkomunikasi dengan si kakak ikhwan tersebut,saat itu pula  saya seakan terlahir kembali menjalani aktifitas sebagaimana biasanya ,berbagi canda tawa dengan adik-adik kelas.Beberapa bulan kemudian ada pesan masuk dari nomor baru”assalamu’alaikum, dek ini no** disimpan yaa”.Yaa Allah ini kenapa  si kakak ikhwan ini datang kembali saat saya baru melupakannya,namun lagi lagi saya meyakini”dia khilaf”(saya memaafkannya).inilah saya ,orang yang tidak tega dengan siapapun.Saat saya tahu dia dikhianati mantan pacarnya ,saat itu saya mulai bersimpati dan membesarkan hatinya,saat itulah interkasi saya dengan si kakak ikhwan mulai berlanjut,mulai dari almarhumah ummiy terbaring sakit dirumah sampai di rawat inap dirumah sakit DR Soetomo yang selama itu setiap detik  saya dikabari keadaan almarhumah karena saya butuh info perkembangan walau bagaimanapun juga bagi saya almarhumah sudah saya anggap sebagai ummiy saya sendiri.Sudah hampir sebulan lebih saya berkomunikasi dengan si kakak ikhwan, sampai akhirnya saya mulai kembali mengharapkannya ,saat si kakak ikhwan menyatakan kembali “bolehkah mas menganggap adik  sebagai adiknya mas lagI?”saya mengiyakan.Saat itu ada 1 janji yang dia pertaruhkan yaitu”adik adalah adiknya mas sampai kapanpun(selama-lamanya)”.SubhanAllah,janji ini bagi saya adalah janji sakral..Namun,lagi-lagi janji itu tidak bisa ditepati.Saya memahami atas pengingkarannya karena pengingkarannya itu sejalan dengan syari'at islam.Bukan lantaran saya sakit karena janjinya yang tidak bisa ditepati,namun perubahannya yang begitu cepat saat saya masih belum bisa melupakan si kakak ikhwan.Kepedulian saya terhadapnya,tidak pernah dia lihat.Bahkan sampai saat ini saya sering merasakan sakit karenanya,saya masih ingat kejadian beberapa hari yang lalu di gor pertamina saat hujan deras ,mungkin apa yang saya nyatakan selalu dihiraukan ,selalu memberikan harapan palsu(php).Namun ,kejadian malam itu bagi saya kelewatan batas,saat saya sudah memasukkan buku-buku kalkulus dan lainnya dan sudah menyiapkan segalanya untuk menimba ilmu kepadanya namun lagi-lagi dia mengingkari janjinya,baginya futsal lebih penting daripada janjinya sendiri.saya bingung walaupun saya bukan adiknya lagi namun kenapa si kakak ikhwan tersebut masih terus menyakiti saya .Harusnya saya benar-benar sadar ,dia sudah sudah memberikan kode keras”jauhi saya Mamnuah !!! ” namun kenapa saya masih mempedulikannya.
Ini adalah masa terlama bagi saya buat move on.Alhamdulillah ,Allah telah membukakan mata batin saya,Allah telah mengkode saya”kamu sudah terlampau jauh Mamnuah,kesinilah !,kembalilah kepadaKU,Aku merindukanmu ,Aku masih menyayangimu”.inilah pelajaran yang Allah berikan kepada saya,inilah kerasnya hidup.Saya belajar memahami banyak hal saat ini,belajar memaafkan orang lain,belajar ikhlas,belajar tersenyum :’) .Sudah saatnya saya melihat kedepan,melihat kematian,melihat akhirat.Yang lalu saya pasrahkan kepada Allah.Semoga masa lalu termaafkan ,masa depan diridhoi..Aamiin.. :’) .
Fastabiqul khairaat ,jika sampai sekarang saya masih disibukkan dengan memikirkan masalah dunia atau masalah si kakak ikhwan itu maka akhirat terbengkalai,mati tidak membawa apa-apa.

Sudah lelah disakiti lelaki,sudah trauma mempercayai lelaki.Komitmen diri”Mamnuah belum siap mengenal yang namanya lelaki selain keluarga,selangkah mendekat->selangkah mati.Lelaki itu hobi main dan maaf,Mamnuah bukan mainannya”